Kolaborasi: sebuah cerita bersambung


  1. Sarah, tolong jangan pergi
  2. Antara waktu, potensi, dan ketampanan
  3. Iterasi atau kolaborasi?
  4. Bintang di langit, sebuah tim, dan seorang teman
  5. ...
  6. ...
  7. ...
  8. ...
  9. ...
  10. ...

Cerita ini dipublikasikan di Kompasiana.com/pangsitperkedel.

Pembaca yang terhormat, ini adalah cerita bersambung seputar orang-orang yang berkarya di bidang pengembangan software, dengan sedikit kisah bisnis dan bumbu romantis. Terima kasih kepada teman dan rekan berikut, yang telah menjadikan cerita ini sedekat mungkin dengan dunia nyata: Leo S. (sisi pandang investor, pemegang saham, dan direktur grup perusahaan multinasional), Rifti Dwi Rizki Darsono (masukan, dialog, riset), Dinaka Tatsbita Sadariskar (passion, tapi harus seimbang), Michelle Aurelia (belanja online), Arthur (jatuh cinta), Aurel Gabriella Utama (sering tertawa), Michelle William Tanoto (memikirkan frontend), Daniel (memikirkan backend), Dewi Ismaneti (memikirkan weekend), Alvina Aulia (dipanggil Kak oleh mahasiswa), Dr. Sarwo (tokoh utama), Dr. Johan Tambotoh (general manager, agak genit), Dr. Karto Iskandar (cerewet, menyukai riset), Dr. Maria Seraphina Astriani (konsultan, sibuk), Dr. Wartika (dosen tamu, sabar), Davis Ray (Si Tampan), Wie Gunawan (Si Keren), Firmansyah (mineral baru), Hamka (cerita alternatif), Dr. Julbintor Kembaren (merasa ngeri), Adi Oetomo (gap antar generasi), Novia Nita (tersandung), Dr. Ford Lumban Gaol (jaringan luas), Yoga Prihastomo (HaKI), Benfano Soewito, Ph.D. (peduli). Terima kasih khusus kepada karakter Sarah untuk diskusi, semangat, dan kolaborasinya.